Loading...

Dari Balitjestro, Rahasia Jeruk Nasional Terungkap

10:30 WIB | Tuesday, 18-July-2017 | Teknologi, Klinik Teknologi | Penulis : Kontributor

Alhamdulillah! Tim jelajah inovasi tak henti-hentinya mengucap syukur karena berhasil membedah sebuah potensi yang selama ini  belum pernah diungkap secara total soal Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Memang balai ini kecil jika dibandingkan dengan balai lain, tetapi ternyata seluruh rahasia pengembangan jeruk nasional ada di sini.

 

Paling tidak ada tiga masalah jeruk  yang masih menjadi rahasia dalam mengatasinya selama ini. Masalah itu ialah petani jeruk masih terjebak pada waktu panen yang tergantung musim, kemudian jumlah produksi jeruk yang tidak berlimpah, lalu tingginya serangan hama dan penyakit yang selali menghantui petani. 

 

Tiga kendala itu jika mampu diatasi, dipastikan jeruk nasional akan menjadi kekuatan ekonomi yang sangat dahsyat, karena buah meja yang satu ini tergolong kedalam buah yang sangat disukai masyarakat. Pria-wanita, anak-anak-dewasa dan orang tua, baik miskin atau pun kaya cenderung suka dengan jeruk, sehingga membuatnya menjadi sebuah komoditi yang sangat menggiurkan untuk dikembangkan.

 

Namun faktanya bagaimana selama ini? Beberapa tahun silam, jeruk nasional masih dipandang ‘sebelah mata’ oleh konsumen. Penampilannya yang kurang menarik, rasa yang tidak jelas, dan produksinya tak menentu membuat konsumen terpaksa beralih ke lain jeruk (jeruk impor).

 

Pada jangka waktu tahun 2010-2015 terjadi penurunan luas area panen jeruk yang cukup tinggi. Pada tahun 2015 luas panen jeruk di Indonesia sekitar 51.098 ha dengan produksi 1.785.256 ton. Konsumsi buah jeruk oleh konsumen di Indonesia berdasarkan data FAO adalah sebesar 3,6 kg/kapita, jumlah ini masih sangat kecil dibanding target FAO sebesar 12 kg/kapita.

 

Drama sedih itu, kini telah menjadi ‘lagu lama’ yang telah usang, jeruk nasional sekarang mulai menunjukkan ‘tajinya’, mandarin impor mulai digeser oleh keprok nasional. Bahkan saat ini sudah bermunculan beragam jeruk eksotik yang dihasillkan oleh Balitjestro, jeruk ini enak dipandang mata dan lezat jika dikunyah.

 

Untuk melihat keberhasilan itu, pekan lalu tim jelajah inovasi berhasil menyambangi Balitjestro, sekaligus melihat langsung wisata edukasi petik jeruk yang perdana. Penjelajah kali ini boleh dikatakan sangat menyenangkan, beban liputan selama penjelajahan ini terasa lebih ringan, Kepala Balitjestro, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si memberikan keleluasaan yang begitu besar untuk mengekspos total balai itu.

 

Begitu juga dengan Kepala Seksi Pelayanan Teknis dan Jasa Penelitian  Dr. Ir. Anang Triwiratno, M.P tak henti-hentinya mengawal dan memberikan dukungan, sehingga seluruh informasi yang diperlukan sangat komplit dari para peneliti-peneliti handal yang ada di Balitjestro.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162