Loading...

Pekebun Diimbau Bentuk LEM Sejahtera

14:54 WIB | Monday, 09-October-2017 | Komoditi, Kebun | Penulis : Indarto

Petani di sentra-sentra perkebunan rakyat diimbau membentuk Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera. Pembentukan LEM Sejahtera bertujuan untuk memperkuat kelembagaan petani di tingkat desa. Apabila setiap desa bisa membentuk 1 LEM Sejahtera, dipastikan petani yang bergerak di bidang perkebunan (pekebun) akan lebih mudah untuk mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir.

 

Dirjen Perkebunan Kementan Bambang mengatakan, LEM Sejahtera yang dibentuk petani dan dimotori para petani (pekebun) muda diharapkan bisa membawa usaha perkebunan ke depan lebih baik lagi. Sebab, usaha perkebunan apabila dilakukan secara bersama-sama (berkelompok, red) lebih efektif dan efisien.

 

“Selama ini petani di perkebunan belum terlihat kompak, dan belum banyak yang memiliki komitmen untuk mengembangkan kebunnya secara terintegrasi dari hulu sampai hilir. Padahal, berkebun itu kalau dilakukan berkelompok lebif efektif dan efisien. Seperti dalam pemberantasan hama akan lebih efisien. Begitu juga ketika menjual produknya juga lebih mudah,” kata Bambang saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Konsultasi Perkebunan Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), di Manado, Jumat lalu (6/10).

 

Menurut Bambang, dengan membentuk lembaga ekonomi di tingkat desa seperti LEM Sejahtera, petani akan lebih mudah mendapatkan akses kredit dari perbankan. Artinya, perbankan akan lebih percaya mengucurkan kreditnya kepada kelompok tani yang sudah mulai belajar berinvestasi.

 

Pembentukan LEM Sejahtera ini dinilai Bambang bisa menjadi langkah awal pemerintah dalam rangka melakukan mendorong terbentuknya korporasi petani. Penguatan kelembagaan petani sangat penting, karena mayoritas kebun di tanah air berupa kebun rakyat.

 

“Kalau petani sejak awal diajak belajar berinvestasi, maka petani akan lebih kuat menghadapi berbagai persoalan. Karena itu, apabila lembaga petaninya diperkuat, persoalan sarana produksi seperti bibit, pupuk, sampai ke pemasarannya akan lebih mudah diatasi,” jelas Bambang. Idt/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162