Loading...

Kisah Dua Unit Pompa Air Andalan Petani

18:16 WIB | Tuesday, 04-November-2014 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Pati, Jawa Tengah

 

Pada saat puncak musim kemarau seperti sekarang ini banyak petani dan penduduk yang ditimpa musibah kekurangan air untuk irigasi maupun untuk kebutuhan rumah tangga.

 

Namun sebaliknya bagi sebagian besar  petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati (Jawa Tengah) air untuk irigasi tetap melimpah.  Sebab, desa ini memiliki dua unit pompa air yang dioperasikan dengan bahan bakar solar serta menyedot air dari Kali Juwana.

 

Bahkan  satu di antara dua unit pompa air tersebut dibangun pada tahun 1970–1973, bantuan dari mantan Gubernur Jawa Tengah periode 1965-1974, Moenadi. Meski Pak Gubernur sudah meninggal dunia, namun  pompa air  itu sampai sekarang masih tetap berfungsi dengan baik dan menjadi andalan petani Desa Jambean Kidul.

 

Pompa air yang dipasang di tepi Kali Juwana ini juga dilengkapi talang air  yang terbuat dari bahan seng selebar satu meter dengan panjang lebih dari 100 meter. Ditopang dengan ratusan balok kayu sebagai penyangganya.

 

Adanya bantuan peralatan tersebut, mampu merubah pola pengolahan sawah yang semula hanya bisa ditanami padi sekali dan palawija juga sekali, menjadi  dua-tiga kali tanam padi dan sekali palawija. “Ada sekitar 250 hektar sawah milik  sekitar 300 petani yang menikmati manfaat pompa air dan talangnya itu,” tutur Kamelan, salah satu di antara  petani Desa Jambean Kidul.

 

Ditangani Petani

 

Menurut Kamelan,  pada awalnya penanganan  proyek bantuan Gubernur Moenadi tersebut diserahkan kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Bahkan di tubuh organisasi petani ini sempat terjadi penyalahgunaan keuangan. Akhirnya sampai sekarang ditangani sejumlah petani yang masih peduli.

 

Penanganan tidak hanya menyangkut pengadaan/pembelian solar sebagai bahan bakar utama. Namun juga perbaikan/servis mesin, pembelian oli (pelumas), perbaikan saluran, perbaikan/tambal sulam saluran, hingga honor operator ditanggung bersama. Antara lain dengan memungut seperdelapan dari hasil panen petani pemakai saluran irigasi.”Sampai sekarang berjalan lancar” tambah Kamelan.

 

Bahkan dalam tahun 2012, Kelompok Tani Srombong Desa Jambean Kidul juga membangun proyek pompa air serupa dengan biaya dari Jaringan Irigasi Desa (Jides). Namun tidak menggunakan talang air dari seng, tapi dari  beton bertulang dan panjangnya 200 meter.

 

Dengan kehadiran  dua pompa air tersebut, maka sejumlah petani mampu membeli traktor tangan. Menurut Kamelan, jumlah traktor tangan lebih dari 25 unit. Lalu muncul pula pengusaha penggilingan padi/beras. Lengkap dengan lantai jemurnya. suprapto

 

 Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162