Loading...

Budidaya Kedelai di Lahan Kering

14:10 WIB | Tuesday, 30-May-2017 | Tips & Santai, Non Komoditi | Penulis : Gesha

Budidaya kedelai di lahan hutan menjadi salah satu alternatif pemerintah untuk memperluas areal tanam. Hutan merupakan lahan kering. Karena itu jika petani ingin menanam di lahan hutan ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

 

Penyiapan Lahan

 

  • Pengolahan tanah dilakukan 1-2 kali (tergantung kondisi tanah).
  • Jika curah hujan cukup tinggi dan berpotensi tergenang, maka perlu dibuat saluran drainase setiap 3-4 meter, sedalam 20-25 cm, sepanjang petakan.
  • Pada lahan yang baru pertama kali ditanami kedelai, benih perlu dicampur dengan rhizobium. Apabila tidak tersedia inokulan rhizobium (seperti Rhizoplus atau Legin), dapat digunakan tanah bekas pertanaman kedelai yang ditaburkan pada barisan tanaman kedelai.

 

Penanaman

 

  • Lubang tanam dibuat dengan cara tugal kedalaman 2-3 cm. Jarak tanam 40 cm x 15 cm.
  • Benih kedelai ditanam dua biji per lubang, ditutup dengan tanah ringan atau abu.

 

Pemberian Kapur

 

  • Kapur atau dolomit perlu diberikan untuk tanah-tanah yang masam. Dolomit selain meningkatkan pH, juga menambah kandungan Ca dan Mg.
  • Takaran yang dianjurkan adalah setengah dari Al-dd (Aluminium yang dapat dipertukarkan); disebar rata bersamaan dengan pengolahan tanah atau paling lambat 2-7 hari sebelum tanam. Di berbagai daerah lahan masam takaran dolomit yang diperlukan umumnya 1-1,5 ton/ha.
  • Jika diaplikasikan dengan cara disebar sepanjang alur baris tanaman, maka takaran dolomit dapat dikurangi menjadi hanya 1/3 dari takaran semula.
  • Jika dibarengi dengan pemberian pupuk kandang 2,5 ton/ha, takaran pengapuran cukup 1/4 dari Al-dd (500-750 kg dolomit/ha).

 

Pemupukan

 

  • Pupuk tunggal diberikan dengan takaran 75 kg Urea, 100 kg SP36 dan 100 kg KCI per hektar, atau dapat juga diberikan 150-200 kg phonska/ha + 100 kg SP36/ha.
  • Semua pupuk tersebut paling lambat diberikan pada saat tanaman umur 14 hari.

 

Pengendalian gulma

 

  • Penyiangan perlu dilakukan dua kali pada umur 15 dan 45 hari.
  • Pengendalian gulma secara kimia dengan herbisida dapat dilakukan sebelum pengolahan tanah. Herbisida dapat pula disemprotkan segera setelah tanam dengan syarat benih ditutup dengan tanah pada saat tanam dan herbisida yang digunakan adalah jenis kontak.
  • Bersamaan penyiangan pertama sebaiknya dilakukan pembumbunan tanaman. Gsh/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162