Loading...

Benih Baru, Harapan Baru

18:01 WIB | Tuesday, 07-October-2014 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Seram, Maluku

 

“Generasi saat ini lebih memilih nasi dibanding papeda. Anak saya begitu pulang sekolah langsung mencari nasi. Dia bilang makan papeda tidak mengenyangkan”. Begitu ucapan salah satu petani Kelompok Tani Mardiboga, Desa Waihatu, Kecamatan Kairatu Barat dalam acara Temu Lapang dan Panen Perdana 5 VUB Padi Sawah saat kegiatan pendampingan SL-PTT Di Kabupaten Seram Bagian Barat.

 

Tidak heran jika produksi padi wilayah tersebut menjadi diperhatikan karena peningkatan konsumsi beras. Namun, data statistik menunjukkan justru luas areal padi sawah Kabupaten Seram Bagian Barat ini mengalami penurunan 1.140 ha pada tahun 2012.

 

Karena itu harus ada upaya peningkatan produksi padi. Selain menambah luas area, juga bisa melalui peningkatan kualitas input usahatani. Salah satu input tersebut adalah benih unggul. Hal ini yang mendorong BPTP Maluku untuk melakukan kajian lima benih unggul baru di Kabupaten Seram Bagian Barat.

 

 Kelima varietas unggul baru tersebut adalah Inpari 21, Inpari 24, Inpari 26, Inpari 27 dan Inpari 28. Kelima varietas tersebut ditanam di lahan empat petani masing-masing seperempat hektar, sehingga luas keseluruhan yang ditanam adalah 1 ha. Benih yang telah diberikan ini tetap mendapatkan perhatian dan bimbingan BPTP Maluku hingga proses panen termasuk kapan saat pemupukan dan dosis pupuk yang tepat hasil, yang diharapkan adalah petani lainnya mau mengikuti penggunaan benih unggul bersertifikat. Diharapkan produktivitas padi Kabupaten Seram Bagian Barat bisa ditingkatkan.

 

Benih tersebut ditanam menggunakan tiga sistem tanam. Sistem tanam legowo 2 x 1, legowo 4 x 1, dan sistem tanam tegel. Produktivitas tertinggi diperoleh dari varietas Inpari 24 dengan sistem tanam legowo 2 x 1 yakni berkisar 9,5 ton /ha. Hasil ini jauh lebih tinggi dibandingkan sistem tegel yang hanya mencapai 7,6 ton/ha.

 

Tepur, salah seorang anggota Kelompok Tani Mardiboga mengatakan, di antara kelima varietas unggul baru tersebut, hanya Inpari 26 sempat ada kendala penyakit busuk batang. Sedangkan benih lainnya tidak ada kendala yang perlu dikhawatirkan. “Sebelumnya petani menggunakan benih lokal seperti Conde, Cigeulis, IR dan Ciherang,” katanya.

 

Kegiatan Temu Lapang dan Panen Perdana 5 VUB Padi Sawah pada kegiatan pendampingan SL-PTT di Kabupaten Seram Bagian Barat yang berlangsung 13 September 2014 merupakan kegiatan akhir pendampingan lima varietas unggul baru di Desa Waihatu sekaligus sosialisasi kepada para petani.

 

Alexander Rieuwpassa selaku penanggungjawab kegiatan mengajak petani mengadopsi teknik tanam jajar legowo. Sebab, telah terbukti mampu meningkatkan hasil panen tanaman padi. “Inovasi benih baru ini diharapkan mampu menggerakkan petani lebih memperhatikan penggunaan input benih unggul sehingga dapat menjawab kebutuhan konsumsi beras,” katanya.

 

Bukan hanya itu, peningkatan produksi padi juga akan membantu pemerintah mewujudkan swasembada beras dengan target produksi nasional surplus 10 juta ton. “Paling tidak, Kabupaten Seram Bagian Barat mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri, tanpa impor dari daerah lainnya,” kata Alexander. Agung B.S/BPTP Maluku

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162