Loading...

Belgian Blue, Langkah Strategis Kurangi Ketergantungan Impor

16:33 WIB | Sunday, 11-March-2018 | Ternak, Komoditi | Penulis : Gesha

sapi belgian blue di kandang BET

 

 

Pemerintah berupaya menghilangkan ketergantungan impor daging sapi dengan mengembangkan sapi ras baru bernama Belgian Blue (BB). Tak tanggung-tanggung ditargetkan 1.000 ekor kelahiran hingga tahun 2019 mendatang.

 

 

 

Target ini sempat diungkapkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di akhir tahun 2017. "Sapi Belgian Blue dipilih karena punya karkas yang lebih tinggi sekitar 70-80% dibandingkan sapi lainnya," kata Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Sugiono saat meninjau Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Sabtu (10/3).

 

Sugiono mengatakan, pengembangan sapi breed baru ini juga menjadi langkah strategis pemerintah untuk keluar dari ketergantungan daging sapi atau indukan impor. Berat sapi jenis BB bisa mencapai 1 ton hanya dalam waktu 2 tahun. Sementara sapi lokal rata-rata beratnya hanya 250-300 kg. Dengan penggunaan pakan yang maksimal, sapi lokal hanya mampu menambah bobot sekitar 0.6-0.7 kg.

 

Dengan konsumsi protein sapi hanya 2.5 kg/tahun dan jumlah sapi di Indonesia sebanyak 16 juta ekor, Sugiono mengakui, belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Padahal di sisi lain, ketersediaan sapi rakyat umum sebagai tabungan.

 

Karena itu menurutnya, adanya sapi pejantan unggul BB ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan donor untuk Balai Inseminasi Buatan (BIB). Apalagi jika dikembangkan dalam bentuk semen beku (untuk IB) akan jauh lebih murah ketimbang memasukkan sapi hidup dari negara asalnya.

 

TE dan IB

 

Kepala BET Cipelang, Oloan Parlindungan mengungkapkan, pengembangan BB dengan metode transfer embrio (TE) dan Inseminasi Buatan (IB). Diawali dengan uji coba tahun 2015-2016 sebanyak 22 embrio dan semen beku 200 dosis dari BB asli Belgia.

 

Sampai Maret 2018, BET sudah berhasil melakukan TE sebanyak 372 embrio. Dari jumlah tersebut dilahirkan sebanyak 20 ekor sapi hasil IB dari persilangan dengan Simental, Limousin dan FH serta hasil transfer embrio sebanyak 3 ekor. "Saat ini, yang bunting dari hasil TE ada 10 ekor dan IB sebanyak 36 ekor," katanya.

 

Menariknya, sapi keturunan BB yang dihasilkan dengan IB dari bangsa lain (Simental, FH maupun PO) dapat dilahirkan secara normal tanpa caesar dibandingkan BB murni yang harus dilahirkan dengan caesar. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162